Just A JOKE
:D
While touring a Red Indian reservation filming a
documentary, Barbara Walters was puzzled about the
difference in the number of feathers in
the head-dresses. So, she asked a brave who only had one
feather in his head-dress and
his reply was: "Only have one woman. One woman, one
feather." Feeling the first fellow was only joking she
asked another brave. This brave had two feathers in his
head-dress. And he replied: "Me have two women. Two women,
two feathers." Still not convinced the feathers indicated
number of sexual partners involved, she decided to
interview the
Chief. Now the Chief had a head-dress full of feathers
which, needless to say amused Ms. Walters who asked the
Chief, "Why do you have so many feathers in your
head-dress?" The Chief proudly pounded his chest and said:
"Me Chief, me screw 'em all. Big, small, fat and tall, me
screw 'em all."
Horrified, Ms. Walters stated, "You ought to be hung."
The Chief said: "You damn right, me hung, big like
buffalo, long like snake."
Ms. Walters cried, "You don't have to be so hostile."
The Chief replied: "Hoss-style, dog-style, wolf-style, any
style . ... me screw 'em all."
With tears in her eyes, Ms. Walters cried, "Oh dear."
The Chief said: "No deer. Ass too high, run too fast."
========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
========================================================================================
We are the Whiners*
* Senang Mengeluh
Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama
Jean-Dominique
Bauby, kecuali Anda perempuan & berbahasa Perancis atau
suka membaca majalah Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun
1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah
menyelesaikan memoarnya yang "ditulisnya" secara sangat
istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon
(The Diving Bell and the Butterfly). Tahun 1995 ia terkena
stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia
mengalami apa yang disebut 'locked- in syndrome',
kelumpuhan total yang disebutnya 'seperti pikiran di dalam
botol'. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama
sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya
otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata
kirinya. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para
perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga & temannya.
Mereka menunjukkan huruf demi huruf & si Jean akan
berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang
dipilihnya. "Bukan main", kata Anda. Ya, itu juga reaksi
semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis
mungkin sepele & menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita
disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barangkali kita
harus menangis dulu berhari-hari. Betapa mengagumkan tekad
& semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis &
membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia
meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi,
"Berapapun problem & stress & beban hidup kita semua,
hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!" Apa
yang a.l. ditulisnya di memoarnya itu? "I would be the
happiest man in the world if I could just properly swallow
the saliva that permanently invades my mouth". Bayangkan,
menelan ludah pun ia tak mampu :-(. Jadi kita yang masih
bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie
yang Rp 500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali
lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh,
setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.
Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya
selain menulis buku? Ia mendirikan suatu asosiasi
penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu keluarga
penderita. Ia juga menjadi "bintang film" alias memegang
peran di dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang
menceritakan kisahnya. Ia merencanakan buku lainnya
setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup
seperti yang dikehendaki Penciptanya, 'to celebrate life',
to do something good for others. Jadi, betapapun
kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang
stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan
diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota
keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena
kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya
masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku,
mereka yang sedang di-PHK, saya yakin kita masih bisa
menelan ludah. Semoga kita semua tidak terus menjadi
whiner, pengeluh abadi, manusi yang sukar puas. Kata orang
bijak, "Think and Thank", berfikirlah & kemudian
bersyukurlah. Sudahkah anda mensyukuri nikmat-Nya???
Have a Nice day
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
========================================================================================
* Senang Mengeluh
Rasanya kita semua tidak kenal dengan orang yang bernama
Jean-Dominique
Bauby, kecuali Anda perempuan & berbahasa Perancis atau
suka membaca majalah Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Tahun
1996 ia meninggal dalam usia 45 tahun setelah
menyelesaikan memoarnya yang "ditulisnya" secara sangat
istimewa dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon
(The Diving Bell and the Butterfly). Tahun 1995 ia terkena
stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia
mengalami apa yang disebut 'locked- in syndrome',
kelumpuhan total yang disebutnya 'seperti pikiran di dalam
botol'. Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi sama
sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya
otot yang masih dapat diperintahnya adalah kelopak mata
kirinya. Jadi itulah caranya berkomunikasi dengan para
perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga & temannya.
Mereka menunjukkan huruf demi huruf & si Jean akan
berkedip bila huruf yang ditunjukkan adalah yang
dipilihnya. "Bukan main", kata Anda. Ya, itu juga reaksi
semua yang membaca kisahnya. Buat kita, kegiatan menulis
mungkin sepele & menjadi hal yang biasa. Namun, kalau kita
disuruh "menulis" dengan cara si Jean, barangkali kita
harus menangis dulu berhari-hari. Betapa mengagumkan tekad
& semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap menulis &
membagikan kisah hidupnya yang begitu luar biasa. Ia
meninggal 3 hari setelah bukunya diterbitkan. Jadi,
"Berapapun problem & stress & beban hidup kita semua,
hampir tidak ada artinya dibandingkan dengan si Jean!" Apa
yang a.l. ditulisnya di memoarnya itu? "I would be the
happiest man in the world if I could just properly swallow
the saliva that permanently invades my mouth". Bayangkan,
menelan ludah pun ia tak mampu :-(. Jadi kita yang masih
bisa makan bakmi, ngga usahlah Bakmi Gajah Mada, indomie
yang Rp 500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali
lipat dibanding si Jean. Kita bahkan senantiasa mengeluh,
setiap hari, sepanjang tahun. We are the constant whiners.
Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya
selain menulis buku? Ia mendirikan suatu asosiasi
penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu keluarga
penderita. Ia juga menjadi "bintang film" alias memegang
peran di dalam suatu film yang dibuat TV Perancis yang
menceritakan kisahnya. Ia merencanakan buku lainnya
setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup
seperti yang dikehendaki Penciptanya, 'to celebrate life',
to do something good for others. Jadi, betapapun
kemelutnya keadaan kita saat ini, mereka yang sedang
stress berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan
diri sendiri maupun melawan orang lain atau anggota
keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena
kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang jalannya
masih terpincang-pincang karena baru saja terinjak paku,
mereka yang sedang di-PHK, saya yakin kita masih bisa
menelan ludah. Semoga kita semua tidak terus menjadi
whiner, pengeluh abadi, manusi yang sukar puas. Kata orang
bijak, "Think and Thank", berfikirlah & kemudian
bersyukurlah. Sudahkah anda mensyukuri nikmat-Nya???
Have a Nice day
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
========================================================================================
"Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!"
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang
kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya. Musim panas
merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah,
untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah
dan panas tak lantas Menjadikannya menggadaikan akhlak.
Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan
leher, kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai
multi fungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang,
Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang
perempuan muda berpakaian kurang layak untuk
dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang
kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang
'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan
sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk
disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa
mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya.
Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama
dan norma kesopanan. Tahukah Anda apa respon perempuan
muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia
mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya
terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif
seseorang. "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong
pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon
yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya
beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang
terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak
terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan
dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus
Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun.
Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang
masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar.
Bangunkan saja!", begitu kira-kira permintaan para
penumpang. Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda
tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya.
Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar,
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan
bapak tua yang duduk disampingnya. Sebuah akhir yang
menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya
tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... Seandainya tiap
orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam
keadaan yang buruk... Seandainya tiap orang tahu bagaimana
kemurkaan Allah... Sungguh Allah masih menyayangi kita
yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin
mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin
dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada.
Sumber: Cerita dari Mesir "Pesankan Saya, Tempat di
Neraka!!"
========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
========================================================================================
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang
kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya. Musim panas
merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah,
untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah
dan panas tak lantas Menjadikannya menggadaikan akhlak.
Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan
leher, kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai
multi fungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang,
Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang
perempuan muda berpakaian kurang layak untuk
dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang
kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang
'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan
sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk
disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa
mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya.
Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama
dan norma kesopanan. Tahukah Anda apa respon perempuan
muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia
mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya
terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif
seseorang. "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong
pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon
yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya
beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang
terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak
terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan
dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus
Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun.
Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang
masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar.
Bangunkan saja!", begitu kira-kira permintaan para
penumpang. Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda
tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya.
Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar,
menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan
bapak tua yang duduk disampingnya. Sebuah akhir yang
menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya
tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... Seandainya tiap
orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam
keadaan yang buruk... Seandainya tiap orang tahu bagaimana
kemurkaan Allah... Sungguh Allah masih menyayangi kita
yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin
mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin
dekat. Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada.
Sumber: Cerita dari Mesir "Pesankan Saya, Tempat di
Neraka!!"
========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
========================================================================================
God's Letter to a Woman
(This is a must read!!!!)
When I created the heavens and the earth, I spoke them
into being.
When I created man, I formed him and breathed life into
his nostrils.
But you, woman, I fashioned after I breathed the breath of
life into man, because your nostrils are too delicate.
I allowed a deep sleep to come over him so I could
patiently and perfectly fashion you.
Man was put to sleep so that he could not interfere with
the creativity.
From one bone, I fashioned you.
I chose the bone that protects man's life.
I chose the rib, which protects his heart and lungs and
supports him,
as you are meant to do.
Around this one bone, I shaped you....... I modeled you.
I created you perfectly and beautifully.
Your characteristics are as the rib, strong yet delicate
and fragile.
You provide protection for the most delicate organ in man,
his heart.
His heart is the center of his being; his lungs hold the
breath of life.
The ribcage will allow itself to be broken before it will
allow damage to the heart.
Support man as the rib cage supports the body.
You were not taken from his feet, to be under him,
nor were you taken from his head, to be above him.
You were taken from his side, to stand beside him and be
held close to his side.
You are my perfect angel.....You are my beautiful little
girl.
You have grown to be a splendid woman of excellence, and
my eyes fill when I see the virtues in your heart.
Your eyes...don't change them.
Your lips, how lovely when they part in prayer.
Your nose, so perfect in form.
Your hands so gentle to touch. I've caressed your face in
your deepest sleep.
I've held your heart close to mine.
Of all that lives and breathes, you are most like me.
Adam walked with me in the cool of the day, yet he was
lonely.
He could not See me or touch me. He could only feel me.
So everything I wanted Adam to share and experience with
me,
I fashioned in you; my Holiness, my Strength, my Purity,
my Love, my Protection and Support.
You are special because you are an extension of me.
Man represents my image, woman my emotions.
Together, you represent the totality of God.
So man......treat woman well.
Love her, respect her, for she is fragile. In hurting her,
you hurt me.
What you do to her, you do to me.
In crushing her, you only damage your own heart;
the heart of your Father, and the heart of her Father.
Woman, support man. In humility, show him the power of
emotion I have given you.
In gentle quietness, show your strength.
In love, show him that you are the rib that protects his
inner self.
Did you not know that WOMAN is special in God's eyes?
Send this to ten of the wonderful women you know and bless
their day!
Send this to the men you know too. It's a good reminder
for them!
========================================================================================
Akses Internet TELKOMNet-Instan beri Diskon s.d. 50 % khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Informasi selengkapnya di www.telkomnetinstan.com atau hub 0800-1-INSTAN (467826)
========================================================================================
Jan 3, 2005
SAMUDERA MENGERING (*)
Sbenernya timingnya ga gitu tepat, I suppose it never
will, am just waiting for a reply on my short message in
my cellphone from a friend  u can say that again (me and
my being ÂnaughtyÂ)  but it didnÂt came at all probably
heÂs busy packing to jogja  ups did I just say the magic
word? Hahahaha forget it.
The song, ku tunggu smpai samudera mengering it is
almost, but am not goin to wait any longer  am tired! Say
that am selfish, stupid, big headed, and not understanding
but am not that singer I can make thousands of lovely
poems, talking thru my hearts and stuffs but I donÂt
expect any would notice my REAL notion then again, what a
hake! U can never expect to have it all in life.
Am forgetting all pain and hurts just like forming
myself back to the past  I hate it, HONESTLY  but I
donÂt know whatÂs happened that am forced to wait till the
water runs dry hihihi another song by All 4 one  if am
not mistaken.
Manusia bodoh, nice song  mengingatkan pd beberapa org
(terutama yg sms nya lg dtggu blasannya) Â I am stupid,
now that I fell down I still wished IÂd hang on memang ga
pd tiang yg sama tp I just wish I could just hang on and
not giving up  coz I never like that notion! Tp justru
buncahan perasaaan dan cerita yg menjadi denyut di kepala
bkata bahwa aku harus cari samudera lain, karena yg
kemarin baru saja mengering and itÂs no use. Sure I want
that but who, how, when I can never tell even so hard I
try to answer.
Samudera tlah mengering, itÂs not my fault or anyone
elseÂs. I am just trying to forgive myself and walk awayÂ
u can never guess what god would give u as a gift?!
(*) inspired by Jikustik song
========================================================================================
Manfaatkan layanan TelkomNet @ Premium melalui kartu prabayar I-VAS untuk meningkatkan
kecepatan browing anda hingga 10x lipat. Informasi lebih lanjut www.plasa.com atau call 147.
========================================================================================
Subscribe to:
Posts (Atom)