welcome to my home

I want all of you to feel just like home whenever you enter my page, so enjoy your 'feels like home' in here and free to drop comments

LEAP DAY!

May 4, 2010


Yes, it's a pair of beautiful diamond earings..
but they are absolutely NOT ring,
you know.. one would use on a finger
and he's a cardiologist



Life.. is like a closet where people keep everything in
or sometimes a house where you decorate ones you like
throw else you don't -- far outside..

Same thing with love!
People embrace everything in to fill love -- that they forget to feel
they are so certain and precise
they calculate and keep the adequate formula
they take in all they have ever wanted
mix the odds altogether..
yet they forget to HAVE A LITTLE FAITH



last thing you know it.. you're there standing alone


The leap day is far past us,
but who wouldnt agree to such a beautiful proposal
given the love over ring nor earings coagulated in diamonds
women had made it out years of fairytales and survived battle of luv-hurts nonetheless men
at last.. grant us something that comes purely from heart
to say the least

We - women - almost lost count of the lipstick we've applied to impress
the dazzling colour of cosmetics
the dresses.. the lovely scent of perfume
the way we laugh
hw we pay attention
hw we let ways for you, men, to see
when we want you to be here
but the words we badly wanna hear never come out
(out in distinct if it might never exist - we resent it)



So just hear me:
"... I had everything I really wanted, but nothing I really need,
and I think that wat I need is here.. I came all the way to see if you might think so too
and if you do... well, I dont really hv plans past that.. which is new for me...
So, here is my proposal
I propose we not make plans
I propose we give this thing a chance
and let it work out how it works out
.
.
.
So, wat d'u say?
d'u wanna not make plans with me?"

wanna sit under heavy rains and striking storms

Apr 6, 2010


can i plead for an unusual request tonight...

kesah

Mar 12, 2010

sudah lelah menghitung ketika langit beranjak gelap.barusan suara hujan menemani hitunganku.sekarang ia pun sudah lelah.sudah beranjak bertandang ke jendela lain.sudah mulai capek.sudah mulai malas...cerita yg tadinya kususun rapi untuk dibagi semakin hilang rasa, seperti masakan yang basi.aku sendiri bahkan sudah enggan melihatnya.tidak lagi semangat.yang ini.yang itu.semua bikin kesal.atau mungkin aku yang memilih untuk jadi kesal atas kesepelean...yah, semua sepele...just me and my deep thought...just me and my thoughtful habit against the world

sudah tidak bisa berkata apa-apa.rasanya sakit ya menyimpan apapun itu dan tidak dikeluarkan.kayak sembelit.kayak cinta sebelah tangan.kayak menggenggam bom waktu di tangan.kayak menunggu tapi orang itu tak kunjung datang.kayak menelan pil pahit ketika sakit.jadi pasrah...

akhirnya cuma bisa memeluk gelap.padahal nggak pengen sendiri.padahal cuma pengen didengar diam-nya, sama ketika pengen didengar ketika berceloteh macam-macam.padahal...padahal...entahlah...

sudah mulai merutuki otaknya untuk berhenti berpikir.berhenti menyusun rencana-rencana bodoh.berhenti melakukannya sendiri.pokoknya BERHENTI!

"aku tidak ingin sendiri karena sudah merasa sendiri.." sebaiknya juga berhenti menulis agar tidak ada lagi yang mengalir dari syaraf abu-abu itu.semua berhenti saja dulu.

tolong hujan

Feb 6, 2010


tolong aku...
hujan ini seperti menghukumku
menghujam aku dengan bulir riuhnya
menghapus kelebatan memori dari matanya

aku yang terdiam. menatap ke depan. di sana ia. di sana kamu. di sana yang aku tunggu. tapi hujan mengambilnya. hujan menenggelamkannya. menenggelamkannya dalam kelopak mataku. siapapun tolong aku!!! kembalikan ia, yang tidak (pernah) pergi dari sisiku. kembalikan ia, yang (cuma) sejenak menjenguk deru roda hidup. kembalikan ia, yang bersama menempati dunia. aku dan dia ada. hanya aku. hanya dia. kecuali kami tiada lain.

tolong aku...
yang tidak lagi tahu ini di mana
karena hujan seolah menghukumku
tidak dengan petir dan gemuruhnya
tapi siraman air yang menusuk dingin
tolong aku...
tolong aku, hujan...
biar aku kembali biru layaknya ia -- yang kurindu.

diam

Feb 1, 2010


boleh kuminta marahmu barang sehari, gantian dengan senyum yang merekah.. asal jangan diam. "tapi," potongmu. boleh kuminta api cemburumu selanjutnya, ganti sejuk merindu... asal tidak diam. "kenapa," katamu. boleh kuminta celoteh isengmu berikutnya, pengganti diskusi serius kita, yang penting bukan diam. "he.he" ya tertawakan saja aku, setidaknya lebih baik dari bisu diam. aku tak sanggup diam-mu. karena buatku makin ingin segera menyelami cokelat cahaya mata-mu mengais aksara yang mungkin tercecer sebelum tiba di muara. sementara ujar kamu, "i hate when u do that,"

(sigh)

rasanya seperti kembang yang diacuhkan kumbang. jika kamu diam. rasanya seperti masak sayur tanpa garam. kala kamu diam. pilunya seperti ditikam, tidak kasat luka, tidak mati, namun perih. meski kamu 'hanya' diam.

bisakah kupinjamkan kanvas putih angkasa pada buana, agar kamu rangkai sembarang di sana... ataukah kuberi gitar, lebih baik kamu ngamen saja. setidaknya ijinkan aku meregang di dasar palung, ketika nanti kamu pilih diam...

ketidakpastian itu diamnya kita berdua, sayang.. bingung berucap bertindak berprasangka bergumam tanpa nada.. "memang baiknya cium saja," alih-alih diam.